Papan reklame dalam ruang (indoor sign) juga banyak digunakan pada interior kantor/studio radio. Dengan disain, penempatan, dan pencahayaan yang tepat akan membuat logo/brand suatu radio terlihat menarik, dan diharapkan mampu menciptakan kepercayaan, kebanggaan, dan loyalitas antara radio (brand), pendengar, crew/manajemen, dan pihak lainnya.
Biasanya untuk papan reklame dalam ruang ini diletakan di bagian front office kantor/studio radio.
Foto dibawah adalah papan reklame dalam ruang Mustang FM dan KIS FM Jakarta di front office kantor/studio mereka di Menara BCA Grand Indonesia Shopping Town, M.H. Thamrin, Jakarta.
Papan reklame luar ruang (outdoor sign) juga merupakan alat branding yang ampuh, seperti hal nya billboard iklan.
Berikut ini gambar papan reklame luar ruang SmartFM 95.9 Jakarta di Graha Mandiri dimana kantor pusat SmartFM Networks berlokasi.
Tampak logo SmartFM dengan tagline nya "The Spirit of Indonesia" beserta frekuensi nya di coverage area Greater Jakarta, 95.9 MHz.
Salah satu implementasi branding suatu stasiun radio adalah pada kendaraan, baik kendaraan operasional maupun OB van. Branding yang maksimal pada kendaraan ini tentunya akan berdampak positif bagi branding development yang sedang dilakukan. Tentunya diperlukan strategi terintegrasi agar branding secara visual ini mampu menjadi perhatian dan diingat banyak orang.
Berikut ini gambar kendaraan operasional MRA Media Jakarta:
Tampak pada mobil, logo dari radio-radio anggota MRA Media: Hard Rock FM, i-radio (logo lama), Trax FM, Cosmopolitan FM, dan Brava Radio.
Gambar diatas adalah kendaraan opersional dari Trax FM dan Cosmopolitan FM, tentunya desain pada ekterior dapat ditingkatkan, tidak hanya menempelkan sticker di bagian kaca belakang tetapi juga dilakukan desain menyeluruh di badan mobil sesuai warna brand masing-masing station.
Salah satu benda untuk branding suatu station radio adalah melalui pakaian. Mulai akhir 1990an atau awal 2000an mulai banyak radio di Bandung yang crew radio nya menggunakan seragam khusus (ini belum terjadi di tahun 1990an), seragam yang digunakan kabanyakan semacam kemeja team balap atau bengkel kendaraan.
Sedangkan untuk pendengar radio t-shirt menjadi pilihan. Di tahun 1990an hingga kini sejumlah stasiun radio masih memproduksi t-shirt radionya yang diberikan secara gratis maupun diperjualbelikan melalui store khusus yang sengaja mereka dirikan sebagai salah satu unit usaha radionya.
Gambar di atas adalah contoh t-shirt dari radio KLCBS 100.4 FM, radio swasta pertama yang resmi mengudara di Bandung sejak 1980an awal, dan berforkmat musik jazz. Sticker KLCBS juga menjadi sticker 'khas' yang banyak menempel di kaca mobil-mobil di Bandung sejak tahun 1990an.
Salah satu radio gelombang SW yang sering dulu saya dengar adalah Suara Jerman (Deutsche Welle Siaran Indonesia), antara tahun 1990an hingga 2000an awal. Sudah lama saya tidak mengikuti perkembangan radio siaran internasional melalui gelombang SW. Saya dengar sudah banyak radio-radio gelombang SW yang ditutup, karena target pendengar mereka sudah berubah dan jumlahnya sudah tidak signifikan lagi bagi radio yang bersangkutan.
Sticker di atas adalah sticker Deutsche Welle yang direlease awal dekade 1990 dan 2000.
Radio Prambors Jakarta merupakan salah satu radio legendaris yang menjadi radio icon anak muda nya Jakarta, bahkan Indonesia.
Radio yang kini beroperasi di frekuensi 102.2 FM sebelumnya mengudara di AM 666 kHz dan ketika bermigrasi ke gelombang FM diakhir dekade 80an menempati frekuensi 102.3 FM dan kemudian dipindahkan ke 102.2 FM ketika dilakukan penataan frekuensi tahun 1993 lalu.
Banyak penyiar top dan acara-acara sukses yang lahir melalui radio ini sebut saja Dono-Kasino-Indro nya Warkop; Sys NS dan team di Sersan Prambors, Ida Arimurti (bersama Krisna Purwana dia cara Porsi Kamu, kemudian berlanjut di FeMale Radio dan Delta FM lewat acara "Ida Krisna Show"), Artha Bangun, Meuthia Kasim, Iwan Haryono, Epri, Asri Poeratmadja, Aryono Arifin, Becky Tumewu, Ferdy Hasan, Irfan Ikhsan, Arlingga Panega (Angga), Fla Priscilla, Daddo Parus, Praditya Soetrisno, Vena Annisa, DJ Danoe, Arie Dagienkz & Desta, dan lain-lain.
Radio yang secara hukum didirikan pada tanggal 18 Maret 1971 ini awalnya berlokasi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Kata "Prambors" sendiri berasal dari sejumlah nama jalan di kawasan tersebut dimana para pendirinya dulu tinggal: PRAmbanan Mendut BORobudur, Penambahan huruf S pada awalnya agar terdengar agak kebarat-baratan (sesuai trend pada masa awal 1970an), namun kemudian diartikan sebagai "dan Sekitarnya".
Kemudian setelah kata Prambors ini disertakan pula kata Rasisonia, sehingga banyak orang yang mengenalnya sebagai Prambors Rasisonia. Ini sesuai nama PT (perseroan terbatas) ketika didirikan, namun pada perkembangannya nama PT nya menjadi PT. Radio Prambors.
Kata Rasisonia sendiri adalah singkatan dari "Radio Siaran Sosial Niaga"
Pada awal 1990an Prambors sempat re-branding sebagai 102.3 FMania dan mengelar acara kuis dengan nama sama. Sticker kuning nya menjadi sticker sejuta umat, terpasang di banyak kaca belakang mobil di Jakarta pada waktu itu. Bahkan tidak sedikit fans nya yang rela membuat sendiri sticker nya :D
95.1 KIS FM Jakarta adalah salah satu radio anggota Ramako Group. Radio ini sebelumnya dikenal sebagai Radio Aristiara hingga akhir 1980an.
Radio yang kini berlokasi di Menara BCA, Grand Indonesia Shopping Town, Thamrin, Jakarta ini kini memposisikan dirinya sebagai radio yang memainkan lagu-lagu hits dari era 1990an hingga kini, seperti terdengar pada positioning nya di tahun 2013 ini: "We Play The Best Music from the 90's and Today".
Sebelumnya 95.1 KIS FM cukup lama memposisikan dirinya sebagai "Jakarta's Best Mix" yang memainkan musik dari era 1980an hingga kini, termasuk acara musik classic disco di era 1980an, khusus lagu-lagu hits bertempo beat slow sepanjang hari di hari Rabu (Wednesday Slow Machine), dan musik rock setiap weekend nya (Rock Weekend). Dulu saya juga pernah mendengarkan acara sindikasi internasional "Postcard from Tokyo" pada tahun 1990an ketika KIS FM masih mengudara di 107.2 FM.
Branding adalah salah satu hal penting yang harus dilakukan oleh stasiun radio, dimana pun, dan kapan pun... termasuk radio harus memiliki logo yang benar-benar identik dengan format, target pendengarnya, bisnisnya, slogan/tagline yang tepat, implementasi secara audio, grafis, visual, dan lain-lain termasuk juga bagaimana strategi implementasinya, misal pada OB van (outside broadcasting van) dan juga kendaraan operasional... We are Everywhere!!! :-)
Pada foto di atas adalah OB van nya Radio Oz 103 FM (Oz OB van) ketika berada di "Oz Dago Area", di depan Gelael Dago, lebih dari 20 tahun lalu :D -- *courtesy of Radio Oz Bandung.
Bandung memang sangat terkenal dengan kreatifitas penduduknya, termasuk mereka dapat dikatakan terdepan di Indonesia pula dalam hal OB van ini. Pada tahun 1990an kawasan Dago (Jalan Ir. H Djuwanda) mulai dari daerah Cikapayang hingga depan Hotel Holiday-Inn dan juga BIP (Bandung Indah Plaza) di Jalan Merdeka setiap malam minggu nya merupakan kawasan anak muda Bandung berkumpul dan di sepanjang jalan ini pula bisa kita lihat banyak OB van radio-radio di Bandung nampang :-)
Berikut ini beberapa contoh sticker sejumlah stasiun radio di Indonesia yang koleksi (pernah simpan) pada rentang waktu dekade 1990an hingga tahun 2010an.
Pada sticker terlihat sejumlah stasiun masih menggunakan logo yang lama sebelum di-rebranding, atau juga frekuensi yang lama.
Yaitu sticker: 103.3 SAS FM Surakarta (sekarang mengudara di 104.3 FM), 94.6 UFM Jakarta (sekarang mengudara di 94.7FM dengan pemilik, logo, dan format yang lain), 87.7 Hard Rock FM Bandung, 93.7 Paramuda FM Bandung, 106.1 Geronimo FM Jogjakarta, 93.3 Walagri FM Bandung, 100.4 KLCBS Bandung, Smooth Jazz 105.1 Suara Sakti FM Semarang, 99.5 Mandala FM Magelang, Radio Oz Bandar Lampung 94.6 FM, 91.3 Trijaya FM Bandung (sekarang Sindo Radio Bandung), Radio Sonora FM 100.9 Jakarta (sekarang dengan logo baru dan frekuensi baru di 92 FM), B Radio 95.6 FM Bandung, 89.7 Buzz FM Bandung (sekarang Global Radio Bandung), KISI 93.4 FM Bogor, 105.8 Lite FM Jakarta, dan Otomotion 97.5 FM Jakarta (sekarang Motion Radio).
90.4 Cosmopolitan FM Jakarta adalah salah satu brand radio yang dikembangkan MRA Media. Radio ini menjadi salah satu favorit saya. Jingle/radio ID nya sangat khas dan sangat saya suka.
Cosmopolitan FM diposisikan untuk pendengar utama wanita, khususnya dengan katagori wanita modern berumur 28 hingga 38 tahun, dengan positioning statement "Your Personal Station". Musik yang dimainkan mayoritas lite music/easy listening.